Rabu, 26 November 2025 (Terus Hidup Dalam Kemenangan)

Salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan iman orang percaya adalah menjaga konsistensi untuk tetap hidup dalam kemenangan. Tidak jarang, dalam proses berjalan bersama Tuhan, kita menemui masa-masa lemah, putus asa, atau meragukan kemenangan yang telah Tuhan janjikan. Hal ini dapat terjadi karena kita hidup di dunia yang penuh tekanan, ditambah lagi serangan musuh yang terus mencoba menggoyahkan iman kita. Bahkan, sering kali kelemahan itu muncul karena kita sendiri kurang menjaga kedekatan dengan Tuhan, kita mengabaikan keintiman rohani, tidak peka akan suara-Nya, atau tidak menata hidup dalam disiplin rohani.Hal-hal seperti ini perlu kita waspadai, sebab menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa memelihara hubungan kita dengan Tuhan.

Kunci untuk hidup di dalam kemenangan bukan terletak pada kekuatan atau kemampuan kita, melainkan pada kedekatan dan keterhubungan kita dengan Dia. Dalam Alkitab, Daud berulang kali mengalami kemenangan karena penyertaan Tuhan,  itu terjadi karena hatinya Daud yang selalu rindu berada dekat dengan Allah. Ia merindukan tinggal di rumah Tuhan dan haus akan hadirat-Nya (Mazmur 27:4; 63:2–4). Demikian juga Daniel, yang dengan ketetapan hati memelihara hubungan intimnya dengan Tuhan melalui doa yang setia setiap hari (Daniel 6:11).Daud dan Daniel hanyalah dua contoh dari banyak tokoh Alkitab yang menunjukkan bahwa kemenangan terjadi ketika seseorang menjaga relasinya dengan Tuhan.

Bagaimana dengan kehidupan kita sendiri? Masihkah kita memelihara hubungan kita dengan Tuhan? Masihkah kita memilih untuk tetap dekat dengan-Nya sehingga kita dapat terus hidup dalam kemenangan-Nya?