Bersyukur untuk kebaikan Tuhan yang sudah menolong kita memasuki tahun yang baru ini, tahun 2026. Tahun 2025 baru saja berlalu dengan penuh kenangan dalam satu kesimpulan yaitu semua dapat dilalui oleh karena Pertolongan Tuhan. Semua kita mengakui bahwa keberadaan kita itu hanya karena kasih karunia Tuhan (1 Korintus 15:10). Tidak ada satupun yang dapat untuk memberikan kita jaminan kesanggupan dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Beratnya tekanan kehidupan membuat banyak orang tidak mampu dan mengambil tindakan-tindakan yang salah. Oleh sebab itu dalam perenungan awal tahun ini, biarlah kita menyadari bahwa kita semua sangat membutuhkan Tuhan.
Biarlah ketika kita mengawali tahun ini dengan kesadaran ini, sehingga kita akan selalu dipenuhi dengan kerinduan dan keinginan untuk selalu berhubungan dengan Tuhan dan memohon pertolongan Tuhan. Dalam Alkitab, ada satu kisah yang menggambarkan bagaimana kerinduan dan keinginan untuk memohon pertolongan Tuhan dalam hal ini memohon penyertaan Tuhan.Salah satu kisah kegagalan Israel adalah ketika mereka membuat penyembahan berhala kepada patung anak lembu emas (Keluaran 33:1-35).Peristiwa ini membuat Tuhan marah (Keluaran 33:10) dan memberikan hukuman yang menjadi peringatan untuk mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dari peristiwa ini, maka Musa meminta secara khusus mengenai penyertaan Tuhan. Musa memahami bahwa penyembahan berhala adalah sebuah hal yang mendukakan hati Tuhan. Musa tidak mau oleh karena duka hati Tuhan maka Tuhan tidak menyertai Musa dan bangsa Israel. Sebab itu selain meminta pengampunan dosa atas dosa bangsa Israel (Keluaran 32:11-13, 32) maka Musa meminta dengan penuh kesungguhan mengenai penyertaan Tuhan (Keluaran 33:12-16). Musa menyadari bahwa perjalanan yang baru harus diawali dengan janji Tuhan mengenai penyertaan Tuhan.
Tahun 2026, di awal tahun ini adalah sebuah permulaan dari perjalanan yang baru. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Sekalipun kita sudah memiliki rencana yang matang, tapi kita harus sadari semua dapat berubah. Sebab itu marilah kita meneladani Musa. Musa tidak mengerti mengenai keadaan yang akan datang dalam perjalanan bangsa Israel menuji ke Tanah Perjanjian, tapi Musa mengenal Nama Tuhan dan menerima kasih karunia Tuhan. Dari pengenalan itu maka Musa meminta penyertaan Tuhan, Musa memohon biarlah Tuhan yang selalu memimpin mereka. Kalau Tuhan tidak memimpin/membimbing maka Musa dan bangsa Israel tidak akan melanjutkan perjalanan mereka. Mari kita semua di awal tahun ini berdoa seperti Musa, yaitu Doa memohon penyertaan Tuhan. Oleh penyertaan Tuhan, maka disitu ada jaminan pertolongan dalam kehidupan. Amin