Kesetiaan Tuhan (30 Desember 2025)

Setiap perjalanan ada awal dan juga ada akhirnya. Seperti tahun ini, maka ada awal tahun 2025 dan saat ini kita berada hari-hari terakhir di tahun 2025. Sejenak dalam renungan kita bisa mengingat kembali akan bagaimana perjalanan hidup kita di sepanjang tahun 2025. Kita bisa merenung khususnya mengenai kehidupan iman kita kepada Tuhan. Apakah di tahun ini, iman kita semakin bertumbuh dan sampai menghasilkan buah ? Atau di tahun ini, kita mengalami “kemunduran” dalam hal iman, kita tidak memiliki gairah dan semangat lagi untuk dekat dengan Tuhan, kita cenderung ingin menjauh dari Tuhan. Hati kita sendirilah yang menjawabnya. Tapi sekalipun kita dalam keadaan yang menjauh dari Tuhan dan kita sepertinya mundur iman kita, satu hal yang kita ingat bahwa Tuhan tetap mengasihi kita semua. Buktinya, ketika kita membaca renungan ini adalah sebuah bentuk nasihat Tuhan lewat Firman-Nya untuk membawa kita kembali kepada-Nya, bergairah kembali untuk dekat dengan-Nya dan bertumbuh kembali iman kita kepada-Nya.

Tuhan adalah Tuhan yang tetap setia (2 Timotius 2:13). Kesetiaan itu muncul dari kasih-Nya yang kekal (Yeremia 31:3). Dia Tuhan yang tetap akan menanti kita untuk kembali kepada-Nya. Dia akan berusaha maximal untuk kita mencari kita yang menjauh dan terhilang (Lukas 15:1-7). Mungkin waktu kita ingin kembali kepada Tuhan, ada sebuah pikiran bahwa “aku ini tidak layak untuk kembali, aku ini terlalu berdosa..” tetapi kita harus ingat bahwa Tuhan akan penuh sukacita ketika kita berubah dan bertobat untuk kembali kepada Tuhan (Lukas 15:7). Biarlah menjelang akhir tahun ini, kita dengan penuh kesadaran, kita bertobat dan kita kembali kepada Tuhan.

Kesetiaan Tuhan ditunjukkan-Nya bukan hanya lewat pertolongan-Nya disaat kita menghadapi masalah-masalah di dalam kehidupan jasmani ataupun mental kita. Tapi dalam hal kehidupan kerohanian pun, Tuhan tetap setia dan Dia mau untuk menolong kita. Waktu kita kerohanian kita baik, kehidupan iman kita bertumbuh maka kita akan lebih merasakan sukacita dan damai sejahtera yang Tuhan berikan, dan itu tidak bisa diberikan oleh siapapun di dalam dunia ini. Mari kita datang pada Tuhan