Perjalanan kehidupan di dunia ini kadang dalam keadaan senang, kadang juga dalam keadaan susah. Kondisi susah yang dialami dapat membuat kita tidak mampu lagi menghadapinya. Oleh besarnya tekanan kesusahan maka kita merasa ingin “menyerah”. Hal itu terjadi karena memang kita masih manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Oleh keterbatasan kita itu maka mutlak kita membutuhkan yang Tidak Terbatas untuk menolong. Tentunya hanya Tuhan Yang Tidak Terbatas yang sanggup untuk menolong kita disaat kita ingin menyerah dalam keadaan yang susah.
Daud pernah mengalami kesusahan yang begitu besar, dia menghadapi “banyaknya lawan, yang bangkit menyerang..dan siap mengepung “ (Mazmur 3:2,7). Mazmur Daud ini menyatakan kesusahannya karena selain banyaknya musuh ternyata dia harus melawan pemimpin musuh yang banyak itu yang tidak lain adalah Absalom, anaknya sendiri (Mazmur 2:1; 2 Samuel 15:1-23). Dalam kesusahannya itu Daud ingat dan sadar bahwa Dia punya Tuhan yang menopang hidupnya. Daud percaya bahwa Tuhan adalah Perisai dan akan bangkit menolong serta memberkati(Mazmur 2:4-9). Hasil akhirnya, Tuhan menolong Daud dan memberikan dia kemenangan (2 Samuel 18:7, 28). Inilah bukti hidup yang ditopang oleh Tuhan.
Mari saat ini kita mengambil keputusan seperti keputusan Daud. Di saat menghadapi kesusahan yang begitu besar, tetap memilih untuk percaya dan bersandar kepada Tuhan. Keyakinan hidup yang ditopang Tuhan akan membuat kita percaya 100% kepada Tuhan. Biarlah pengalaman-pengalaman masa lalu dimana kita mengalami pertolongan Tuhan itu menjadi sebuah reminder/pengingat bahwa kita memiliki Tuhan yang menopang hidup kita! Percayalah Tuhan sudah mengatur yang terbaik buat kita, karena hidup kita ditopang oleh Tuhan, Amin !