Kekuatan Dari Kasih Karunia (23 Maret 2026)

Kehidupan orang percaya yang mengasihi Tuhan akan ditunjukkan bentuk melayani Tuhan. Melayani Tuhan itu artinya juga kita mengikuti teladan Kristus yang sudah datang dan melayani (Markus 10:45). Tuhan memberikan kita karunia dan talenta dalam melayani Tuhan. Dan bukan hanya itu Tuhan juga memberikan kita kekuatan dalam melayani. Dalam 1 Timotius 1:12 dalam versi BIS dituliskan “Saya mengucap terima kasih kepada Kristus Yesus Tuhan kita. Ia sudah memberikan kekuatan kepada saya untuk melayani Dia, dan Ia menganggap saya layak untuk tugas itu”

Tuhan memberikan kekuatan dalam melayani bukan karena kita melakukan sesuatu yang membuat kita layak menerima tetapi itu datang dari kasih Allah. Itulah yang dinamakan kekuatan dalam kasih karunia. Dalam 1 Timotius 1:12, rasul Paulus menaikkan syukur untuk kasih karunia Tuhan yang menguatkan dan memampukan dalam melayani, itulah sebabnya dia mengingatkan itu semua kepada Timotius, anak rohaninya yang akan meneruskan pelayanan supaya tetap kuat dalam melayani Tuhan.

Seperti yang dilakukan Tuhan kepada Paulus, maka hal itu juga Tuhan lakukan kepada kita semua. Kekuatan dalam kasih karunia untuk melayani Tuhan masih berlaku saat ini dalam kehidupan kita semua. Melayani Tuhan, bukan hal yang mudah untuk terus dijalankan kadangkala kita merasa “jenuh”, “letih baik fisik atau mental” ataupun saat kita diperhadapkan dengan masalah-masalah lain yang membuat kita merasa “lemah” untuk melaksanakan pelayanan. Hal itulah yang membuat kita harus ingat dan dengan penuh kesadaran dan permohonan untuk datang dan meminta kekuatan baru dari Tuhan. Tuhan memang memberikan kekuatan itu dengan “Cuma-Cuma” karena itu adalah kasih karunia, tetapi bukan berarti kita hanya berdiam diri saja. Kita harus selalu terhubung dengan Tuhan dalam persekutuan dengan Dia untuk menerima kekuatan itu.

Bagaimana kondisi pelayanan kita saat ini ? Kalau kita mulai merasa kehilangan semangat, mungkin ada kejenuhan dan hal-hal yang melemahkan kita untuk melayani, mari datang kepada Tuhan akui bahwa kita lemah dan membutuhkan kekuatan dalam kasih karunia Tuhan. Kita akan menerima kekuatan itu dan membuat kita terus maju dan bersemangat dalam melayani Tuhan.